Langsung ke konten utama

Cerita bersambung #1

(Slice of life)

Kesialan di pagi hari

 Pagi hari yang tidak begitu cerah, awan membawa mendung yang diciptakan oleh malam tadi. Seperti biasa, sekolah adalah tempat yang harus ku tuju di setiap pagi. Ibuku selalu berkata jika disekolah lah ia selalu mendapatkan keajaiban, dan disekolah lah ia bertemu dengan ayahku. 

*Ck!*

Sebelas tahun ku bersekolah tidak pernah ada hal yang benar-benar menyenangkan! Ketika orang lain berlomba-lomba memamerkan semua 'ke-uwuan' dirinya dan pacarnya, aku hanya bisa memamerkan keberhasilan ku mengawinkan dua ekor ikan cupang yang merupakan bagian dari tugas sekolah! Mana ada orang yang terkesan? Tunjukkan padaku!

"Bang! Angkot bang!"

Sial! Akibat terlalu sibuk berpikir, aku malah melupakan satu-satunya kendaraan yang bisa mengantarku ke sekolah!

Aku memasuki pintu kecil angkutan umum itu. Tapi karena terlalu buru-buru jadi....

*Gubrak!*

Rok abu-abu ku tidak sengaja terinjak oleh kaki panjang ku sendiri. Tidak apa-apa jikalau tidak ada penumpang, tapi... Orang di sebelahku bukanlah orang biasa.

Wajahnya tampan, menawan, dan ku rasa aku tidak pernah melihat wajah yang seperti itu seumur hidupku. Kecuali sekarang! Benar-benar sekarang!

Aku buru-buru bangkit dan masuk kembali dengan perlahan. Tentu saja aku tidak ingin jatuh untuk yang kedua kalinya! Ku putuskan untuk duduk di seberang tempat duduknya. Beruntung, ternyata hanya kami berdua yang menaiki angkot ini.

Sekarang baru pukul 06.24 bel masuk sekolahku akan berbunyi 21 menit lagi. Jadi, aku punya waktu untuk mengidentifikasi siapa orang yang berada di hadapanku ini. Aku bukan sejenis orang yang kepo terhadap privasi orang, tapi aku adalah orang yang mudah penasaran saja. 

Dari pakaiannya, aku bisa menyimpulkan bahwa dia belajar di SMA Negeri. Tapi aku tidak tahu SMA mana. Dia tidak berdasi, dia tidak bertopi, dan sialnya ia memakai jaket! Jika saja ia berada di sekolah ku, pasti dia memakai pin sekolah di kerahnya. 

Namanya siapa? Aku tidak tahu! Tolonglah beri aku sedikit ruang hanya untuk melihat name tag di kemeja mu! 

*Sret!* 

Dia menyadari bahwa aku sedang memperhatikannya!

Matanya! Matanya bak elang yang siap menerkam mangsanya, dan mangsanya adalah aku! Meskipun tanpa berbicara, aku cukup mengerti apa yang ia pikirkan. Mungkin dia ingin berkata, "Kenapa Lo lihat-lihat?!"

Aku langsung memalingkan wajahku yang sedikit kemerahan terkena cahaya matahari yang mulai memanas. Hingga beberapa menit kemudian,

"Kiri!" 

Kami berucap secara bersamaan. Sungguh! Itu bukan kehendak kami! Itu juga bukan keinginanku! Lalu dengan cepat aku memberikan uang kepada pak supir itu.

"Maaf, belum ada kembalian," ucapnya menolak uang berwarna ungu dariku.

Aku gelagapan, bagaimana ku harus membayarnya? Tidak ada uang kecil yang kumiliki!

"Pak, dua orang!" Suara berat itu menyadarkan ku dari kecanggungan ku. Apa? Dia bilang apa? Disini hanya ada aku, dan pemilik suara berat itu. Apakah ia sungguh-sungguh mengatakannya?

Belum juga aku mengatakan terimakasih, dia sudah terlanjur turun dan aku langsung keluar untuk menyusul nya. 

"Terimakasih!" Teriakku pada lelaki ber-tas hitam-merah itu, tapi tampaknya dia tidak menoleh. Mungkin dia tidak mendengarnya, atau pura-pura tidak tahu? Apapun itu, lebih baik sekarang aku berjalan menuju sekolah ku. 

Tampaknya sekolah lelaki itu searah dengan sekolahku. Kalau dia belok ke arah kanan, artinya dia satu sekolah dengan ku! 

Aku terus memperhatikannya dari belakang, berharap dia tidak berbelok ke kanan, ke arah gerbang sekolahku. Kalau sampai itu terjadi, gawat! Aku harus menanggung malu ketika berpapasan dengannya lagi!

Dan sesuatu yang tidak diharapkan pun terjadi, dia memasuki gerbang sekolah ku! Artinya kami satu sekolah. 

Aku langsung setengah berlari menuju sekolahku dan aku melihatnya sekali lagi di pintu gerbang, berpakaian rapi, memakai jas dan tidak lupa pin yang menempel di kerahnya. Dia kakak OSIS ku! 

Apa yang harus ku lakukan?!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

FUURIN - A BOOK REVIEW

Hola Amigos! I bought this book online because I already know the author's style, Ghyna Amanda very good at using sentences that make me feel like want more and more to continuing read her book in one sitting. Here, the book identity : Tittle : Fuurin Author : Ghyna Amanda Publisher : Ice Cube Publication Year : 2014 Number of pages : 222 page Synopsis   A boy called Gesang just entered high school and he had difficulty making friends at the beginning of school, so he became a loner. Being born into a rich family doesn't necessarily make him happy. His parent are doctors, and his parent forced him to continue in their footsteps even though he really wanted to be a pianist.  Being a loner making Gesang feel bored in class and he often skipping class to the music hall. In there he can play the piano as he pleases and can forget for a moment the burden of his mind. One day after he played the piano, someone cheered on him. A girl named Rin, she is a final year student. They becom...

Review Novel Cabe Speed Love Karya Caca Nariesca

Hola amigos!   Setelah sekian lama gak buka blog ini karena sibuk di real life, aku putusin buat share review novel ke amigos semua nih. Cabe Speed Love karya Caca Nariesca ini adalah novel pertama yang aku beli loh karena harganya yang murah dan waktu itu sedang diskon juga di Gramedia tercinta! Teruntuk readers yang suka novel yang santai dan humor tapi masih ngena pesan-pesannya pasti suka nih sama buku ini!  Langsung aja ini dia detail bukunya!  • Identitas buku Judul : Cabe Speed Love Penulis : Caca Nariesca Penerbit : de TEENS  Genre : komedi remaja  Jumlah halaman : 212 halaman  Tahun terbit : 2016 • Sinopsis Kedatangan Novis ternyata membuat repot Iqbaltya Faraya, gadis SMA yang tidak pernah absen mengejar-ngejar kakak kelasnya, Teri Dirgantara. Usut punya usut, Novis merupakan anak dari teman orangtuanya yang dititipkan kerumahnya untuk dididik dan dijauhkan dari pergaulannya yaitu balap motor drag.  Iqbal makin kesal dengan Novis saat mamany...

Review Novel "Sebelum Bicara Cinta"

  Hola amigos! Apa kabar semuanya? Sehat-sehat ya! Bulan Juli ini cuaca sedang tidak stabil, kadang panas besoknya hujan dari pagi sampai sore, disaat yang seperti itu tuh imun tubuh kita sering turun. Jadi, jaga kesehatan ya tetap terhidrasi. Mengawali bulan Juli ini, Aku beli beberapa buku yang mungkin semuanya akan direview disini. Salah satu bukunya ada yang berjudul "Sebelum Bicara Cinta". Jujur aja sekali baca blurb nya langsung kepincut! Dari judul sama covernya, awalnya aku mikir kalo novel ini tuh kental banget sama aura percintaannya tapi ternyata nggak seperti yang aku pikirkan! Banyak banget loh pelajaran yang aku dapetin dari ini buku, pokoknya seru deh! Ini dia detailnya! • Identitas buku Judul buku : Sebelum Bicara Cinta Penulis : Lana Azim & Rhesy Rangga  Penerbit : Elex Media Komputindo Tahun terbit : Tahun 2014 Jumlah halaman : 274 halaman  • Sinopsis Guntur, lelaki kaku, keras kepala dan idealis memiliki cita-cita menjadi insinyur teknik kimia terhe...